Larutan Koligatif: Sifat-Sifat dan Contoh Soal


Halo sobat Calon Dosen! Pada kesempatan kali ini admin akan membahas bidang study kimia yaitu tentang Materi Sifat Koligatif Larutan. Yuk pelajari materi ini dengan baik melalui Rangkuman Sifat Koligatif Larutan dibawah ini!


Apa itu Sifat Koligatif ?

Kata "koligatif" sendiri berasal dari bahasa Latin colligatus, yang berarti "terikat bersama", mengacu pada bagaimana sifat-sifat suatu pelarut terikat pada konsentrasi zat terlarut dalam larutan.

Sifat Koligatif Larutan adalah sifat larutan yg sama sekali tidak bergantung pada jenis zat terlarutnya, yg mempengaruhi sifat koligatif adalah banyaknya konsentrasi partikel zat terlarut. Larutan Kologatif terbagi menjadi 2 yakni:
  1. Sifat koligatif larutan elektrolit
  2. Sifat koligatif larutan non elektrolit

Untuk larutan koligatif elektrolit sifat koligatifnya lebih besar dari larutan koligatif non elektrolit dan sifat koligatif elektrolit kuat lebih besar dari elektrolit lemah. Besarnya larutan koligatif bisa digambarkan seperti berikut ini:
Elktrolit Kuat > Elektrolit lemah > Non Elektrolit

Sifat-Sifat Koligatif

Berikut ini adalah rumus sifat koligatif larutan yang perlu kalian ingat.

Sebelum itu pastikan kamu sudah mempelajari terlebih dahulu materi Stokiometri tentang jembatan mol, molalitas, molaritas, fraksi mol. jika kamu sudah menguasai jembatan mol ini, materi larutan koligatif akan terasa sangat mudah!

Untuk Molaritas (M) yg digunakan adalah ml volume larutan
M = n.V atau M=g/Mr.1000/ml

Untuk molalitas yg digunakan adalah ml Masaa/Volume Air (Pelarut selain masa air ≠ volume)

Fraksi mol adalah perbandingan mol zat itu dengan total mol seluruhnya
Rumus fraksi mol

1. Penurunan Tekanan uap (ΔP)

Dapat dihitung melalui persamaan:
ΔP = P°-P
ΔP = Xt . P° (Untuk non elektrolit)
ΔP = Xt . P°. i (Untuk elektrolit)
P = Xp . P°

Dimana:
P° = tekanan uap zat pelarut
P = Tekanan uap larutan
i = faktor van't hoff

Cukup hafalkan rumus ini yg lainnya hanya rumus turunan untuk fraksi mol, Sisanya biarkan ilmu matematika kalian yg mengerjakan.


2. Penurunan Titik Beku (ΔTf)

dapat dihitung dari persamaan:
ΔTf = Tf° - Tf
ΔTf = m.kf (Khusus Larutan Non Elektrolit)
ΔTf = m.kf.i (Larutan Elektrolit)

dimana:
Tf° = titik beku pelarut (titik beku air 0°C)
Tf = titik beku larutan
Kf = tetapan/konstanta titik beku
m = molalitas
i = faktor van't hoff

Cukup hafalkan rumus ini, rumus yg lainnya hanya rumus turunan dari molalitas.

3. Kenaikan titik didih (ΔTb)

dapat dihitung dari persamaan:
ΔTb = Tb - Tb°
ΔTb = m.Kb (khusus non elektrolit)
ΔTb = m.Kb.i (khusus elektrolit)

dimana:
Kb = tetapain titik didih
Tb° = titik didih pelarut (Titik didih air 100°C)
Tb = titik didih larutan

Cukup hafalkan rumus ini saja yg lainnya hanyalah rumus turunan molalitas.

4. Tekanan Osmotik (π)

Dapat dihitung dari persamaan:
π = M.R.T (khusus non elektrolit)
π = M.R.T.i (khusus elektrolit)

dimana:
M = Molaritas
R = 0.082
T = suhu °K (jika 2°C maka dalam kelvin 273 + 2 = 275°K)
i = faktor van't hoff

Hubungan Larutan elektrolit dan faktor Van't Hoff (i) dengan sifat koligatif larutan

Larutan elektrolit adalah larutan yg jika terurai akan menghasilkan ion-ion dan ion-ion inilah yg menyebabkan harga i (Faktor van't hoff) lebih besar dan harga i sangat berpengaruh pada jumlah partikelnya sehingga larutan elektrolit>non eletrolit sifat koligatifnya.

misalnya kita melarutkan CaCl2 pada H2O dan CaCl2 akan teruarai menghasilkan 3 ion yakni 1 ion Ca2+ dan 2 ion Cl-. perhatikan reaksi dibawah ini:
CaCl2(aq) » Ca2+(aq) + 2Cl-(aq)

Dan ion akan mempengaruhi harga i dimana:
i = 1+(n-1)α
i = faktor van't hoff
n = jumlah ion
α = derajat ionisasi
Elektrolit kuat α=1

Elektrolit lemah α≠1, α<1 (biasanya sudah ada nilai derajat ionisasinya).

Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan

1) . Tentukan fraksi mol larutan 36g glukosa (C6H12O6) dalam 90g H2O , jika Ar C = 12, (Ar H = 1, Ar O = 16)!
diketahui:
massa molar C6H12O6 : 180 gr/ mol
massa C6H12O6 : 36 gr<br> massa molar H2O : 18 gr/mol
massa H2O : 90 gr
ditanya:
Fraksi mol zat terlarut (Xt)?
dibahas:
Karena dari soal tidak diketahui Mr dari C6H12O6 maupun H2O, maka kita cari terlebih dahulu Mr kedua zat.

C= 6.12(Ar) = 72
H= 12.1(Ar) = 12
O = 6.16(Ar) = 96
____________________+
Mr C6H12O6 = 180

H= 2.1(Ar) = 2
O= 1.16(Ar) = 16
____________________+
Mr H2O = 18

nt= gr C6H12O6/ Mr C6H12O6 =36/ 180 = 0,2 mol np = gr H2O/ Mr H2O = 90/18 gra= 5 mol
maka Xt = nt/nt+np
= 0,2 mol / 0,2 m0l + 5 mol
= 0,2 mol / 5,2 m0l
= 0,038

Nt: mol zat terlarut
Np: mol zat pelarut

For Your Information #FYI 

Wilhellm Ostwald memperkenalkan konsep sifat koligatif pada tahun 1891. Ostwald menjelaskan bahwa terdapat tiga kategori sifat terlarut:
  1. Sifat koligatif hanya bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan suhu, bukan pada sifat partikel zat terlarut.
  2. Sifat konstitusional bergantung pada struktur molekul partikel zat terlarut dalam larutan.
  3. Sifat aditif adalah jumlah semua sifat partikel. Sifat aditif tergantung pada rumus molekul zat terlarut. Contoh sifat aditif adalah massa.

0 Response to "Larutan Koligatif: Sifat-Sifat dan Contoh Soal"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel